Sabtu, 27 Februari 2021

MEMBACA AL QUR'AN DARI ANAK SHOLEH AMAL JARIAH ORANG TUA

 


Kegiatan subuh Berjamaah Ahad 28 Pebruari 2021 dilanjutkan Do'a untuk para donatur, Pengurus, Keluarga besar Fajar Dua dan Kaum Muslimim diahiri dengan Kultum oleh Bp.H.Ali Muchtarom dengan Thema : Amal Jariah melalui Membaca Al Qur'an.


Dalam Kultum H.Ali menegaskan : 

Amal jariah berarti perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi yang melakukannya, meskipun ia telah berada di alam akhirat. Pahala dari amal perbuatan tersebut terus mengalir kepadanya selama orang yang hidup mengikuti atau memanfaatkan hasil amal perbuatannya ketika di dunia. 

Kelebihan dari amal jariah dari amal-amal yang lain yang hanya diberi balasan sekali dalam satu perbuatan.

Secara etimologi, amal jariah berasal dari bahasa Arab yaitu "amal" yang berarti perbuatan dan kata "jaariah" yang berarti mengalir.

"Ketika kita baca al qur an pada intinya  memberikan Amal jariah ( hadiahkan kepada orang tua kita) , apalagi yg sudah meninggal, maka amal jariah dari anak Sholeh langsung diterima Orang tua dan menjadi kenikmatan kubur akan beliau rasakan, seperti yg dikisahkan oleh syeh hasan ketika melihat seorang ahli kubur yg memakan makanan enak dan yg lain memungut makanan disela sela rumput dikuburan, ternyata itu berkah dari bacaan al qur an anaknya berfrofesi sebagai pedagang ikan dipasar " , kemudianl ainnya itu berkah doa kita semua buat muslimin wal muslimat. Mengahiri Kultumnya di Aula Panti Asuhan Fajar Dua Klungkung (H.Ali-AHY)



RAKOR AHIR BULAN PEBRUARI 2021 YAYASAN FAJAR DUA KLUNGKUNG

 


Rapat Koordinasi ( Rakor ) Ahir bulan Pebruari Yayasan Fajar Dua Klungkung pada hari Sabtu 27 Pebruari 2021 bertempat di Aula Panti Asuhan dimulai Pkl.14.45 diikuti Pengurus Yayasan, Panti Asuhan ,Pengasuh dan Alumni dengan Agenda :

1. Pelaksanaan Hasil Keputusan Rapat Ahir bulan Januari 2021 diselenggarakan Tgl.06 Pebruari 2021.

2. Kepantian

3. Persiapan Ramadhan

4. Evaluasi


Bapak Ahmad Yani ( Ketua Yayasan Fajar Dua) memimpin Langsung Rakor. Meminta laporan Pelaksanaa Hasil keputusan Rapat bulan lalu dengan Hasil :

1. Pemasangan Wifi telah terlaksana sebagai sarana belajar Daring Sekolah.

2. Persiapan Ramadhan telah terlaksana dan beberapa yg belum ditindak lanjuti

3.  Mengantar dan mengawasi anak asuh belajar di TPA Al khair dg Mobil panti Sudah terlaksana

4. Kegiatan Subuh berjamaah tiap ahad dan kursus sempoa dan bahasa Inggris terlaksana.


Hasil Rakor sebagai Berikut

KEPANTIAN

a). Kebersihan Panti perlu dijaga dan ditingkatkan dg :

- Mengarahkan anak asuh untuk hidup Bersih dan membersihkan Lingkungan dg Kontrol setiap Saat.

-Anak Asuh Panti Putri Makan dan Minum di Panti Putra ( Tempat Dapur)

b). Pengaturan penggunaan Internet dg Terjadwal.

c) Telepon Panti Rusak nomor Indihome yg bisa juga dipakai telpon dikorrdinasi supaya dipakai no panti (0366)25432, Hubungi Telkom.

d). Perbaikan gedung Panti yg bocor

e) Papan Nama Panti asuhan yg ada di Jalan Gajah Mada, dr.Herman, gedung Panti untuk diperbaharui dan ditambah Papan Nama (Depan Gedung) yg bisa terlihat di Perempatan dr.Herman.

f) 2 Anak yg melanjutkan di MA Diponegorountuk dimintakan Keringanan pembiyaan Pendidikan ke Pihak Pondok Diponegoro(H.Mustafid)

g) Usulan dalam Pertemuan Silaturrahmi ttg petugas MC,Tilawah,Terjemah supaya ditunjuk diahir acara dan bertugas pada saat pertemuan bulanan berikutnya.

h). Pertemuan silaturrahmi Bulat Maret ditentukan Kemudian.

PERSIAPAN RAMADHAN :

 Melaksanakan dari hasil Rakor bulan lalu  :

-Data kebutuhan anak pertahun.(Muhtar+Kholir+Rema)

-Menghubungi Yusuf Marzuki Ttg Donatur Denpasar. (Yani)

EVALUASI

a)Mobil Panti untuk dikasi  nama dan logo Panti.

b). Pembahasan tersendiri ttg  :

-Jadwal dan Penggunaan Internet.

- Aturan ttg Anak Ikut Undangan terutama anak Dhuafa sering juga ikut dengan Panti lain sehingga merusak nama Fajar Dua.

Semoga Allah SWT membantu dalam pelaksanan hasil Rapat Diatas. (AHY)


Kamis, 25 Februari 2021

PANTI ASUHAN FAJAR DUA PASANG WIFI



Peningkatan dan Kelancaran Pendidikan Sekolah Anak asuh lewat Daring (Masa Pandemi Covid 19 ), Panti Asuhan Fajar Dua menambah sarana Pendidikan lewat Media Internet dengan Pemasangan Wifi di Area Gedung Panti.



Alhamdulillah hari Kamis 25 Pebruari 2021 terpasang Wifi Indihome  dan Siap dipergunakan untuk sarana pendidikan di pusatkan di Aula Panti Asuhan Fajar Dua. Klungkung

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah.

Internet ( Interconnected Network ) adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer diseluruh dunia. ...

Semoga dengan Sarana Media Online (Internet) Pembelajaran anak asuh di Sekolah dengan Sistim Daring berjalan dengan lancar dan berkah (AHY)


Minggu, 21 Februari 2021

DO'A MUSTAJAB


Satu di antara cara untuk meminta mewujudkan impian adalah dengan cara berdoa.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Al Mu'min: 60.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina'”.


Istilah doa mustajab yang biasa kita dengar, dalam bahasa Arab disebut dengan ad-Du’a al-Mustajab, atau al-Ad’iyyah al-Mustajabah.

Pengertian doa secara bahasa adalah menyeru, memanggil, atau meminta.

Sedangkan pengertian doa secara istilah adalah sebagaimana disebutkan oleh al-Khathabi,

اسْتِدْعَاءُ الْعَبْدِ مِنْ رَبِّهِ الْعِنَايَةَ وَاسْتِمْدَادُهُ إِيَّاهُ الْمَعُونَةَ

Permintaan seorang hamba kepada Rabbnya agar mendapatkan bantuan dan pertolongan.” (Sya’nu ad-Du’a, Al-Khathabi, 4)

Menurut al-Khathabi, hakikat doa adalah mengekspresikan kefakiran diri di hadapan Allah dan menundukkan diri terhadap daya dan kekuatan milik-Nya. Doa adalah puncak penghambaan dan ekspresi kehinaan insani, mencakup pula makna pujian kepada Allah dan menyandarkan kedermawanan dan kemurahan hati hanya kepada-Nya.” (Sya’nu ad-Du’a, Al-Khathabi, 4)



Sedangkan istilah mustajab adalah isim maf’ul dari kata istajaaba. Artinya, dijawab, diterima, atau dikabulkan.

" Do'a yang mustajab dilakukan dengan Keihlasan dan menyebut Nabi Muhammad SAW "  simpul H. Ali mengahiri Kultum di acara subuh berjamaah Ahad 21 Pebruari 2021.



Adapun pembacaan Qs. Yaasin dipimpin oleh Sdr. Aziz kemudian mendokan para donatur,Pengurus dan keluarga besar Fajar Dua Klungkung

Semoga Berkah (AHY)

Kamis, 18 Februari 2021

KISAH SUKSES IBU NUR MENDIDIK KETIGA PUTRI YATIM MENJADI SARJANA S1 DAN S2 ( KISAH SALAH SATU KELUARGA BESAR FAJAR DUA KLUNGKUNG)

 Almarhumah Ibu Nurpiah (Salah satu Keluarga Besar Fajar Dua Klungkung) merupakan teladan dan menginspirasi Kita dalam Mendidik Ketiga Putrinya hingga menjadi sarjana S1 dan S2, seperti dikisahkan Yuyun libriyanti ( Putri pertama dari 3 bersaudara) di Halaman Face Booknya, Bahwa Almarhumah dalam mendidik Putrinya salah satu tujuanya Menghilangkan Stigma bahwa "Anak Yatim Susah diatur  dan sederet tantangan lainya " 

Begitu Pentingnya Cara mendidik Almarhumah Maka Tulisan Putri Pertama Almarhumah : "Kisah Mama Nurpiah " dimuat di Blog ini dan Redaksi berharap semoga ada Hikmah (AHY)




                              Penulis : 
                 Yuyun Libriyanti, M.PdI
             ( Putri Pertama Alm.Ibu Nur)


HUJAN 

Perjalanan ini diawali dengan hujan. Basah. Tergenang. bahkan ketika mentari mulai menampakkan diri, hujan masih mencari hati yang tak tau tepi. Yang akrab sepi.

Hujan meninggalkan banyak kenangan. Seperti kaset, gerimis mengundang kenangan. Berulang. Lebat.

Pada suatu hujan, kita berlari. Membagi kekhawatiran menjadi tawa berbalut dingin.

Di hujan yang lain kita mengerti kejujuran itu seperti pil pahit. Banyak yang tidak suka. Bahkan kita tau kita tidak siap. Kita menerima nya basah bersama.

Pada banyak hal, kita punya banyak kesamaan. Bahkan kesempatan persis sama berulang. Meski pilihan kita berbeda, selalu ada kenangan hujan yang kau bagi.

Aku tak kan sekuat dan setegarmu. Aku selalu membutuhkan anggukanmu, senyum penuh isyarat, atau genggaman tangan menguatkan.

Hujan yang kita lalui bersama seperti biasa. 

Menunggu untuk kita lalui lagi.

Aku rindu.

Dalam perjalanan, Jawa-Bali

Untukmu, belahan jiwa.

Perempuan yang selalu kurindukan.


PAMIT

Waktu pamit, saya berjanji tidak akan pergi lama dan secepatnya kembali, engkau mengangguk.

Dan disini, tepat hari ketujuh, saya kembali.

Saya pergi dengan hati yang patah. Kini kembali pun dengan hati patah

Selamat kembali ma, semua ada waktunya kan.

Engkau mama terbaik yang ada di dunia.

Allah menganugerahkan kami engkau, dan memeluk mu kembali kepada Nya.

ZIARAH

Salah satu wasiat mama adalah ingin satu liang kubur bersama alm. Bapak. Alhamdulillah setelah 23 tahun berpisah, wasiat itu bisa terpenuhi.



TERIMA KASIH

Kata terimakasih terdengar sederhana tapi sungguh mewakili perasaan yang tidak sederhana.

Kehilangan dia yang dicinta, bagai dunia terbalik seketika. Mencoba memahami berbagai isyarat, bertanya-tanya : itulah pertanda? Itukah firasat?

Kehadiran orang tua, kerabat dan sahabat selama fisik dan batin ini mencoba memahami semuanya, sungguh sangat berarti.

Jabat tangan erat, pelukan hangat, tepukan lembut sampai sapa pesan via wa, FB,Ig menguatkan hati, ini yang terbaik. Doa-doa mengudara dari segala penjuru, meyakinkan inilah jalan Allah.

Mengingat pesan beliau satu persatu, mengeringkan duka ini. Biar tersimpan dalam hati mewujud alfatihah untuknya. 

Terimakasih seluruh sahabat, orangtua dimana pun berada. Semoga doa doa kalian Allah balas dengan beribu kebaikan. Karena sungguh diri ini bersaksi, doa-doa kalian menguatkan dan sangat berarti.

BERSANDAR KEPADA ALLAH SWT

sandarkan rasa hanya padaNya niscaya tidak akan menemukan kekecewaan. tampak seperti kalimat yang klise, cuma teori atau terlalu melangit...hmhf tapi dalam kenyataan memang demikian, coba saja...Dia tidak pernah memberikan isyarat yang salah sayangnya hati terkadang ingin menang sendiri dan merekonstruksi isyarat itu, alhasil siap-siap saja kecewa (hikmah di tiap renungan)



TANGAN YANG KU RINDUKA

Setiap mengusap wajah setelah salam, hening memenuhi diriku. Tangan ini hanya tangan, tapi dia menyebabkan ngilu di dada. Mengundang hujan dan banjir di pelupuk mata.

Tangan yang tak sekuat tangan perempuan itu. Tangan yang apabila berjalan tak akan lepas memeluk tangannya. Mendampingi melepas lelah meski harus dibayar sekadar keliling kota. Atau memasuki toko dan memilih baju-baju. Lelah dihibur dengan kelelahan yang lain. Begitu tangan ini belajar di banyak kesempatan.

Tangan yang belakangan lebih mesra. Lebih dari sekedar bergandengan atau bergelayut. Tangan ini lebih akrab dengan perempuan itu. Bersemangat menyapa pagi dan petang. Mengaduk yang kini menjadi kenangan.

Tangan ini, menjadi sahabat yang luar biasa bagi tangan itu. Genggaman eratnya saling menguatkan. Saling menopang satu sama lain. Tangan yang padanya diamanatkan keikhlasan.

Adakah salah tangan ini?

Kini, tangan ini selalu merindu. Untuk perempuan itu, tangan ini mengadu. Merindukan tangan itu.

                  Almarhumah Ibu Nurpiah

MA.....,

Perpisahan kita mengajarkan banyak hal, terutama bab ikhlas.

Saya masih ingat, bab ini tidak engkau sampaikan seperti pengantar definisi pada umumnya. Untuk mencapai tingkatan Mukhlis, dirimu selalu mengajarkan memahami bagaimana arti sakit hati,marah terlebih dahulu dan tenang kemudian.

"Ikhlas itu bukan diucapkan, mbak. Tahu dulu bagaimana rasanya, baru dah bisa." Kalimatmu selalu mengingat kan bahwa bab ikhlas bukanlah bab yg mudah. Tetapi bukan tidak mungkin, karena engkaulah teladan untuk itu.

Ma, bab akhir dari ikhlas yang engkau ajarkan beraaaat sekali. Kita sering diskusi bagaimana kita mengatasi kegalauan kehilangan guru guru,teman dan saudara. Tapi kita selalu mandeg, saat kita sampai pada sub bab "jika kita kehilangan satu sama lain." Bagaimana mungkin aku bisa kehilangan tempatku mengaji kehidupan? Tapi tidak, dirimu bilang tidak akan bisa apa-apa jika aku mendahului mu. Perkara dahulu mendahului membuat kita berdua basah padahal tiada hujan.

Hari-hari terakhir kita bersama, q masih bisa merasakan genggaman mu. "Ikhlas ya mbak." Bab ikhlas ingin engkau akhiri. Tapi q menolak. Belajar tidak memiliki sesuatu,tidak mencintai sesuatu, hampir bisa kulakukan. Hampir bisa. Tapi tidak kepadamu,ma. Maka itulah yg berulang kali engkau sampaikan. Langsung atau secara batin.

Aku menyadari bagaimana engkau berusaha memberiku kekuatan menghadapi, kiamat kecil versimu: kehilangan orang yang paling dicintai. Maka tidak mencintai melebihi kepadaNya, itulah gol yang ingin engkau capai. "Kalo mama tidak ada,kamu harus kuat. Supaya adik-adikmu kuat." Katamu di suatu hari, ingin mengevaluasi bab ini. Dan, sepertinya q Ndak lulus ya ma.

Aku sangat ingin menang. Ingin mengenyahkan mimpi-mimpi buruk. Aku mulai sounding kesiap-siagaan bencana. Aku briefing teman hidupku. "Jika ada bencana, kamu harus bawa mama dan acya pergi duluan. Aku dan Yaya menyusul di belakang." Dengan pongahnya aku mempresentasikan teknis ini itu, dihadapanmu. Berharap, engkau tau, aku belum siap mengakhiri bab ikhlas ini. Dan mama tau kan? Mama diam, karena aku memilih untuk tidak lulus.

Terkadang, hanya kita berdua yang memahaminya ya, ma.hehehe

Terimakasih ma.

16/01 - 16/02


MASIH EDISI MENGENANG MAMA

Kalo dimunculkan pertanyaan : apa yang kamu pikirkan tentang buk nur?

Maka bisa dikumpulkan jawaban banyak, tapi koq saya yakin termasuk salah satu jawabannya adalah buk nur galak. Tapi bagi sahabat-sahabat saya yang lain juga mesti punya jawaban yang lain. Buk nur itu ibu yang asyik, bisa diajak becanda, tempat ngobrol. Hehe, iya nggak?

Begitulah mama.

Ibaratnya mama itu 'renyah dan garing di luar tapi lembut di dalam'.

Buat saya,dan mungkin adik-adik saya, mama adalah ibu super disiplin. Pendidikan ala militer  terkenang saat kecil dulu. Bangun tidak boleh siang, kerjakan tugas sesuai pembagian tugasnya. Harus kerjakan sampe tuntas satu pekerjaan baru pindah ke pekerjaan lainnya. 

Pernah suatu pagi saat aku SMA. Aku inget banget. Bangun kesiangan padahal harus menyetrika baju dan membersihkan rumah. Waktu dah mepet banget. Akhirnya aku simpulin sendiri, "tempat tidur kurapikan nanti saja pulang sekolah, aku harus lari sebelum ditinggal angkot terakhir. Kalo tidak aku akan terlambat dan harus mohon mohon supaya pak satpam bukain pagar."

Aku pamitan sama mama yang sudah mulai mencuci dikali. Pamitannya agak teriak dan cuss langsung kabur. Awut-awutan naik angkot. Rambut aku ikat sakenanya. Dan, Alhamdulillah dapet naik angkot.

Tapi, tahu tidak?

Mama ternyata lari nyusul! Dengan celana pendek kantong banyak kesayangannya (karena peninggalan bapak yang dipakai kerja) plus sepatu boots sampai lutut, teriak dari seberang jalan  kurang lebih begini, "Heh,koyon!! Mau kemana? Turun!! Itu tempat tidur benerin dulu!"

Ya ampuuun sopir dan penumpang lain yang sudah tahu kegarangan mama memandangku. Dari tatapan mereka aku tahu mereka berseru "cepet turun mbak, daripada angkotnya digulingkan!!!"

Ya, harus apa? kudu turun. Lakukan. Lalu setelahnya? ya tetep berangkat ke sekolah. lari-lari kejar angkot, dapet, naik,trus turun di pasar galiran (daripada nunggu angkot ngetem) lari lagi sampai sekolah. Dan...ya begitulah, pagi itu kulalui diruang BP. 😆

Mama paling juara mengajarkan konsekuensi atas apa yang kita lakukan, atau menjadi pilihan kita.

Aku marah? Kesel? Ya ndaklah. Udah biasa. Dan tahu itulah kesalahanku sendiri. Waktu itu, aku sudah SMA, dan sudah tahu apa dan bagaimana. Ibaratnya sudah tahu mengharakati, sudah tau memaknai.

Bukan cuma soal itu saja harus disiplin. Mama juga banyak mengajarkan hidup itu harus seimbang. Berangkat mengaji lebih penting dari pergi sekolah. Seperti apa? Nanti kita sambung lagi. 😉

Untuk semua mama di dunia maupun yang sudah berpulang.

Alfatihah dan doa dari anak-anakmu

Semoga Allah SWT mengasihimu sebagaimana kasihmu yang tiada batas untuk anak-anakmu.

JANGAN SESALI

jangan sesali apapun,jangan salahkan siapapun,mari hapus kata tidak bisa dari hidup kita,semoga segala usaha kita dilapangkan Yang Kuasa#NasihatBimbo :) (y)

JASMERAH

Tulisan yang diingatkan FB ini bagai cambukan untuk menasihati diri sendiri. Kita pernah kuat walo badai menghadang.

Mungkin memang benar,hidup bagai putaran roda: pelajaran,ujian,begitu berulang. Kita kadang memerlukan hentakan momen untuk dapat muhasabah dan menemukan makna terdalam dari apa yang kita lalui saat ini.

Benar juga, kita tidak boleh melupakan sejarah, karena dari sejarah kita juga dapat menemukan solusi untuk menjadi lebih baik hari ini dari pada hari yang lalu.

MENDIDIK ANTARA TEORI DAN REALITA

Mendidik itu tidak boleh abai dari step perkembangan psikologi anak. Kesimpulan ini saya peroleh bukan hanya setelah mengikuti mata kuliah psikologi perkembangan dahulu, tetapi juga setelah merenungkan dan mendiskusikan bagaimana mama mendidik kami bertiga.

Tidak pernah terbayang bagaimana mama melalui perkembangan kami, tiga anak perempuan, sendiri. Sambil bekerja. Sebagai orang tua tentu beliau membayangkan bagaimana menghilangkan stigma anak yatim itu sulit diatur dan sederet tantangan lain yang terbayang. Belum lagi bagaimana beliau mengawal putri-putrinya agar selamat dunia akhirat. Begitu kira-kira.

Konsep anak yang beliau inginkan, semua hanya beliau dan Tuhan yang tau.

Maka, ketika kami membaca teori psikologi perkembangan anak. Membaca bagaimana anak menyelesaikan tahap perkembangannya di setiap step. Kami seperti mendapatkan contoh bagaimana melakukannya.

Mama bukan mama yang sempurna, juga mungkin saat mendidik kami tidak dari membaca buku psikologi perkembangan. Mama mendidik dan membesarkan dengan bekal naluri mama dibarengi doa. Tentu 99% ada campur tangan Allah dan takdirNya.

Ketika saya berbagai cerita tentang bagaimana mama galak dan disiplin, itu adalah sebagian kecil cerita bagaimana mama mendidik kami diawal- awal perkembangan kami. Tidak seterusnya mama seperti itu. Nyatanya, seperti kalimat awal tulisan ini. Yang saya rasakan, bersamaan dengan bertambahnya usia kami, mama tetep tegas dengan idealismenya namun menjadi humanis. Pola didikan  mama turut beralih dari otoriter menjadi Egaliter.

Mama menjadi sosok yang selalu ada. Teman asik diskusi. Selalu nyambung diajak ngobrol apa aja. Bukan hanya pola mama untuk kami, tetapi juga sebaliknya, kami untuk mama. Menangis bersama. Tertawa bersama. Berbagi perhatian bersama.


Menulis tentang nya itu tidak ada habisnya. Seperti sahabat-sahabat semua. Menulis tentang orang tua dan pengalaman bagaimana kita dibesarkan oleh mereka, pasti banyak cerita dan kenangan serupa saya bahkan bisa lebih seru lagi. Tentu menyenangkan ketika kita belajar teori mendidik, pola asuh dan sejenisnya dengan merefleksikan pengalaman kita dengan orang tua kita. Dan berbagi lebih banyak sebagai ilmu praktis bagi saya pribadi yang baru belajar menjadi orang tua. Dan juga sahabat-sahabat lainnya yang sepemikiran. Begitu kira-kira dalam pemikiran saya. 


KENANGAN

Bis

Ngebis lagi, dan merasakan keseruannya. Dari sekian banyak moda transportasi, bis adalah pilihan buat yang seneng santai. Menuju kota tertentu sambil duduk leyeh leyeh lalu buka FB dan menuliskan sesuatu di beranda. Bisa tulis apa saja. Dari yang sederhana sampe mungkin tulisan serius. Selain menulis, aktivitas lain bisa dilakukan misal memandangi pemandangan jalanan, terlebih lagi kalo bisnya jalan pelan-pelan. Seolah ban yang berputar berbisik : Ndak usah kesusu, nikmati aja prosesnya. Insyaallah sampe tujuan 

Bis mungkin bukan transportasi aman. Yah, hari gini aman dan imun urusan masing-masing individu. Tetapi apabila harus memilih, saya cenderung yang menjatuhkan pilihan pada moda transportasi massal. Kereta api, kapal laut, bis, pesawat. Mengapa? Mungkin karena hati ini sudah merindukan suasana ramai serta keramahtamahan khas orang timur. Hal hal itu lebih sering dijumpai di moda transportasi massal.

Naik moda transportasi massal juga adalah salah satu usaha untuk menghidupkan ekonomi. Dari penumpang dengan segala macam tujuan dan latar belakang, pedagang asongan, sopir dan kenek juga pemilik kendaraan. Semua bergantung membentuk siklus keterikatan. Tidak terbayang jika tidak ada tranportasi massal. 

Saya kangen dan rindu banget ngebis. Kalo sudah lama Ndak ngebis itu rasanya gimana yah. Naik bis seru, seseru putaran kenangan yang terlintas saat naik bis. Kenangan waktu kecil dulu, saat almarhum mama mengajak saya dan adik-adik ke Denpasar naik bis.  Saya dan adik-adik akan buru-buru naik dan pilih kursi sendiri sendiri. Kenek akan sibuk dan minta mama atur anaknya, supaya dipangku dan duduk yang benar. Mama akan mandangi sang kenek dan bilang : saya bayar semua kursinya !! 

Mama, love love buatmuuuu ❤️❤️❤️ 


Selasa, 16 Februari 2021

KABAR DUKA

 Rabu,17.02.2021

KABAR DUKA

Innalillahi Wainna Ilayhi Roojiun.



Seluruh Pengurus dan Keluarga Besar Fajar Dua Klungkung ikut berduka atas Meninggal Dunia tadi malam (pkl.12.Malam)  Ibu FADILAH BINTI M.SAID usia 57 Tahun ( Istri dari Pengurus Panti Bp. Mujibuurahman, Mertua Rema, Ibu dari Ilmiyanti) Warga RU 1 Kp.Lebah, Insya Allah dikebumikan hari ini  Habis Asar.

Jenazah diberangkatkan dari RSU Klungkung menuju Pekuburan Kp.Lebah.


إنالله وإنا اليه راجعون....


‎ ‎اَللــَّهُـمَّ اغْــفِــرْ لَــها و ارْحَــمْها، و عافها واعف عنها، واَدْخِلْها الجَنَّة مَعَ الأبْرار،، اللّهُمَّ اجْعَلْ قَبَرها رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةَوَلاَ تَجْعَلْ قَبَرَها حُفْرَةً مِنْ حُفْرِ النِّيرانْ


   آميــــــن يـا رب الــعالمــيــــــــن

Semoga amal ibadah diterima, diampuni segala dosa, Khusnul Khotiman dan keluarga yg ditinggal memperoleh kesabaran



Minggu, 14 Februari 2021

PENINGKATAN KETRAMPILAN LEWAT LES BAHASA INGGRIS



Peningkatan kemampuan dan ketrampilan berbahasa lewat Les Bahasa Inggris dilaksanakan  pada hari ahad 14 Pebruari 2021 Pkl.10.00 Wita di Asrama Putra Panti Asuhan Fajar Dua Klungkung.

Kegiatan ini diikuti oleh anak asuh Panti Fajar Dua tingkat SMP, semoga Berkah (Kholir)



ANAK ASUH PANTI FAJAR DUA MENGIKUTI LOMBA DAKWAH DIGITAL


Kemajuan teknologi mengakibatkan model dakwah semakin bekembang pesat dan dinamis. Tidak bisa dipungkiri bahwa konten-konten berbau radikalisme, ekstrimisme sangat cepat menyebar dan mampu masuk ke semua lini. Maka, perlu counter yang membawa angin segar.

Penyampaian agama dalam dakwah melalui pengajian taklim, media sosial, dan pendekatan psikologi untuk menangkal ujaran kebencian. Itulah alasan munculnya dakwah digital oleh ‘ustad gaul’ yang melek teknologi

Nayla Julianti Wulandari salah satu anak Panti Asuhan Fajar Dua Klungkung mengikuti lomba Dakwah Digital (AMIK FES 2021) diselenggarakan oleh STMIK AMIK BANDUNG senin 15 Pebruari 2021 dan kini masih berlangsung

Nayla panggilan akrab kini sedang menempuh  Pendidikan di MAN Negara (Jembrana-Bali)

Dalam Tayangan Video dalam Youtube mengambil Thema Dakwah : Keberagaman di NKRI.

Mohon dukungan like dan Suscraib di link Youtube dibawah ini :

https://youtu.be/zhJQANQ4gpE

Semoga Sukses dan Berkah. (AHY)



 https://youtu.be/zhJQANQ4gpE

Sabtu, 13 Februari 2021

ADAB KEPADA TAMU & HAID, ISTIAHADLOH, NIFAS

 Alhamdulillah acara Subuh Berjama'ah 14 Feb 2021 dilanjutkan Pembacaan surat Yaasiin dan ber do'a untuk keluarga para donatur, penghuni panti serta pengurus berjalan lancar.



Dilanjutkan kultum oleh Rema dengan tema *Adab Kepada Tamu* 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan tentang anjuran memuliakan para tamu:

 مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia memuliakan tamunya,” (HR Muslim).



Adab menerima tamu dalam Islam.
  1. Bersikap dan berpakaian sopan saat menerima tamu. Ketika kedatangan tamu, wajib bagi seorang muslim menjaga sikap dan tata caranya berpakaian agar tetap terlihat sopan. ...
  2. Menyediakan jamuan. ...
  3. Menghormati tamu yang menginap. ...
  4. Mengantarkan tamu sampai halaman ketika pulang.


lalu dilanjutkan lagi oleh Bapak H. Ali Muhtarom dengan tema *Haid, Istihadloh dan Nifas*.




HAID

Haidh atau haid (dalam ejaan bahasa Indonesia) adalah darah yang keluar dari rahim seorang wanita pada waktu-waktu tertentu yang bukan karena disebabkan oleh suatu penyakit atau karena adanya proses persalinan, dimana keluarnya darah itu merupakan sunnatullah yang telah ditetapkan oleh Allah kepada seorang wanita. Sifat darah ini berwarna merah kehitaman yang kental, keluar dalam jangka waktu tertentu, bersifat panas, dan memiliki bau yang khas atau tidak sedap.

Wanita yang haid tidak dibolehkan untuk shalat, puasa, thawaf, menyentuh mushaf, dan berhubungan intim dengan suami pada kemaluannya. Namun ia diperbolehkan membaca Al-Qur’an dengan tanpa menyentuh mushaf langsung (boleh dengan pembatas atau dengan menggunakan media elektronik seperti komputer, ponsel, ipad, dll), berdzikir, dan boleh melayani atau bermesraan dengan suaminya kecuali pada kemaluannya.



NIFAS

Nifas adalah darah yang keluar dari rahim wanita setelah seorang wanita melahirkan. Darah ini tentu saja paling mudah untuk dikenali, karena penyebabnya sudah pasti, yaitu karena adanya proses persalinan

ISTIHADHAH

Istihadhah adalah darah yang keluar di luar kebiasaan, yaitu tidak pada masa haid dan bukan pula karena melahirkan, dan umumnya darah ini keluar ketika sakit, sehingga sering disebut sebagai darah penyakit. Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Muslim mengatakan bahwa istihadhah adalah darah yang mengalir dari kemaluan wanita yang bukan pada waktunya dan keluarnya dari urat.

Sifat darah istihadhah ini umumnya berwarna merah segar seperti darah pada umumnya, encer, dan tidak berbau. Darah ini tidak diketahui batasannya, dan ia hanya akan berhenti setelah keadaan normal atau darahnya mengering

Semoga Berkah.🤲🏻


https://youtu.be/SRTmmj35WWw

Minggu, 07 Februari 2021

PERTEMUAN PERDANA LESS BAHASA INGGRIS DI PANTI ASUHAN FAJAR DUA



Pertemuan perdana Kegiatan Les Bahasa Inggris pada hari Minggu 7 Februari 2021.

Kegiatan ini diempu oleh Kak Firman (anak dari Bu Ayu) yg sedang menempuh pendidikan di UNDIKSA semester 4.

Les Bahasa Inggris ini diikuti oleh anak asuh tingkat SMP.

Untuk selanjutnya program ini akan dilaksanakan secara rutin pada hari Minggu pukul 10.00 Wita.

BELAJAR SEMPOA BERSAMA BU AYU



Belajar Sempoa bersama Bu Ayu, seorang muallaf sekaligus donatur Fajar Dua. Diikuti oleh anak asuh tingkat SD.

Alhamdulillah hari minggu, 7 februari 2021 merupakan pertemuan kedua kegiatan ini.

PERAN WALI MENDORONG KEAKTIVAN ANAK MENGIKUTI KEGIATAN DI PANTI

 


Pembinaan & Pengarahan pada pertemuan Silaturrahim Anak asuh, Wali, Pengurus yayasan  dan seluruh komponen Panti Asuhan Fajar Dua Klungkung dilaksanakan pada hari ahad, 07 Pebruari 2021 pukul 17.00 diawali dengan Pembacaan Al qur'an beserta sari tilawah oleh anak asuh, 


Lanjut Pengarahan dan Pembinaan disampaikan bapak Ahmad Yani (Ketua Yayasan)  Meminta kepada para wali anak asuh untuk mendorong  Meningkatkan Kwalitas Anak dengan  mengikuti kegiatan Ketrampilan yang diadakan Fajar Dua diantaranya :

1. Kegiatan Subuh berjamaah tiap Ahad, (H. Ali Mukhtarom Koordinator)

2. Kegiatan Manajmen dan Pengembangan diri tiap Kamis malam ba'da Maghrib.(Yayuk Agustina & Ilmi Koordinator)

3. Less Sempoa pada hari Ahad Jam.10.00 ( Ibu Ayu)

4.Less Bahasa Inggris (Ibu Ayu)

5. Hafid dan Tasmi tiap hari Rabu, Jum'at dan ahad Sore ( Ust.Anton Wahyono dkk)

Bp. Muchtar Usman ( Ketua Panti Asuhan) menegaskan Pentingnya Mencari Ilmu dan mendorong untuk mencari ilmu adalah Ibadah.

Salah satu sarana belajar mengajar di masa pademi Covid 19 dengan cara Daring akan diusahakan pemasangan Internet, Silahkan pergunakan Sarana ini.

Pada Acara Silaturrahim diadakan Sambung Rasa ( dialog/Tanya Jawab/Memberi masukan) Wali, Anak Asuh dan seluruh Komponen yang Hadir untuk Kemajuan Fajar Dua sekaligus Membagikan Santunan.

Acara diahiri dengan bersalam salaman. (AHY)





Sabtu, 06 Februari 2021

MEJAGA AL-QUR'AN SEJAK DINI

 


Alhamdulillah acara Subuh Berjama'ah dilaksanakan pada Ahad, 07 Pebruari 2021 dilanjutkan Pembacaan surat Yaasiin dan ber do'a untuk keluarga para donatur, penghuni panti serta pengurus berjalan lancar.



Dilanjutkan kultum oleh Bapak H. Ali Muhtarom dengan tema : 

*Menjaga Al-Qur'an mulai dini agar selamat di yaumul hisab kelak*.

Semoga Berkah. (AHY-Rema)




RAKOR PERTAMA FAJAR DUA TAHUN 2021

 HASIL RAPAT KOORDINASI (RAKOR)

YAYASAN & PANTI FAJAR DUA KLUNGKUNG

Sabtu, 06 Pebruari 2021


Rapat Koordinasi (Rakor) dilaksanakan Rutin tiap ahir Bulan dihadiri oleh seluruh pengurus Yayasan, Panti Asuhan dan seluruh Komponen Fajar Dua Klungkung pada Tahun 2021 dilaksanakan pertama pada hari Sabtu, 6 Pebruari 2021 Pkl. 16.30-17.30 dengan menghasilkan keputusan :

1. Hasil Rakor pada tanggal 30 Desember 2020 dan pada bulan Januari 2021 sudah berjalan dg baik dan Perlu ditingkatkan.

2. Pengamanan terhadap anak yang mengaji (TPQ Al khair) terutama malam hari diantar -Jemput mobil Panti dikoordinir oleh Pak Mujib dan H. Ali

3. Persiapan Ramadhan dg membuat a. Pembiayaan anak asuh dan operasional dikoordinir oleh Pak Mukhtar & Rema , hasilnya rakor ahir bulan

b. Koordinasi dg bp.Yusuf Marzuki untuk menjajagi kembali Donatur yg di Denpasar selama ini terputus.

c. Menyediakan papan untuk menempel Kegiatan Pengundang bulan Ramadhan

4. Pemasangan internet segera terealisasi untuk kegiatan daring pelajaran anak.

5. Kegiatan les sempoa, Manajmen&Pengembangan diri, Tasmi, Subuh berjamaah, dsb untuk ditingkatkan dan seluruh kegiatan untuk didokumentasi (Foto/Video/Narasi) dicatat dalam blog.

6. Pembinaan anak asuh non panti & Wali materinya terencana dg tujuan prilaku Akhlaq anak asuh.


Dalam Rakor Bp.H.Safwin Selaku Pengawas dan sesepuh memberikan Pengarahan sekaligus pencerahan.

Abah Safwin meminta kepada semua komponen untuk selalu menjalankan koordinasi/Silaturrahmi untuk kelancaran dan kemajuan Fajar Dua, " Janganlah menjadi Sholeh sendiri tetapi ajaklah orang lain menjadi Sholeh, tindakan mengajak orang lain dalam  bahasa Agama dinamakan " Muslih " , Lebih lanjut abah menegaskan bahwa memperhatikan orang miskin, Yatim piatu dan memperhatikan Janda (Ibu anak yatim) adalah ciri diterimanya Sholat sebagaimana abah kutip dari Firman Allah dalam sebuah Hadits Qudsi :

أِنَّمَااَتَّقَبَلُ الصَّلاَةَ مِمَّنْ تَوَاضَـعَ بِهَالِعُظْمَتِىْوَلَمْ يَسْتَطِلْ بِهَا عَلَىخَلْقِى وَلَمْ يَبِتْ مُصِرًّاعَلَى مَعْصِيَّتِى وَقَطَعَ النَّهَارَلِذِكْرِىْ وَرَحِمَالْمَسَاكِيـْنَ وَابْنَ السَّبِيْلَ وَالأَْرْمَلَةَ وَرَحِيْمَ الْمُصَابَ ذَلِكَ نُوْرُهُ كَنُوْرِالشَّمْسِ اَكْلأَُهُ بِعِزَّتِى وَاَسْتَحْفِظُهُ مَلاَءِكَتِىوَاَجْعَلُ لَهُ فِىالظُّلُمَاتِ نُوْرًاوَالْجَهَالَةِ عِلْمًا, مَثَلُهُ عَلَى خَلْقِ كَمَثَلِ الْفِرْدَوْسِ فِىالجَنَّةِ (سـيد سابق:اسلامنا

Sesungguhnya Aku hanya akan menerima shalat dari orang yang merendahkan diri dengan salatnya karena kebesaranKu (1), yang tidak menyombongkan diri karena makhlukKu (2), yang tidak mengulangi maksiat kepadaKu (3), yang mengisi sebagian siang dengan berdzikir kepadaKu (4), yang menyayangi orang miskin, orang dalam perjalanan, wanita yang ditinggal mati suaminya, dan mengasihi orang yang ditimpa musibah (5).

"Semoga diterima Sholat kita.." harapan abah mengahiri Pengarahanya (AHY)





PROGRAM KEGIATAN MANAGMEN & PEMGEMBANGAN DIRI



Program kegiatan : Menejemen dan Pengembangan Diri Anak Asuh Fajar Dua Klungkung dimotori oleh bagian Pendidikan (Sdri Yayuk dan Ilmi) mengadakan Kegiatan Pertemuan ke 2 hari pada hari : Jumat , 5 Pebruari 2021.

Materi : Cara Belajar Efektif di Masa Pandemi.

Kegiatan :

- Masing masing anak menjawab mini test utk mengetahui tipe belajar pada dirinya.

- Mengenal 3 tipe belajar anak : visual, auditori dan kinestetik.

(AHY, Ilmi)





RAKOR AHIR MEI 2021

Silaturahmi dalam Rapat Koordinasi (RAKOR) Yayasan Fajar Dua Klungkung dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Mei 2021 bertempat di Aula Gedung Pa...